EFEK RESTRIKSI PAKAN SECARA PERIODIK TERHADAP PENGGUNAAN PAKAN DAN INDEKS KONDISI TUBUH IKAN KERAPU BEBEK, Cromileptes altivelis
(Effect of periodic feed restriction on feed utilization
and body condition indices of humpback grouper, Cromileptes altivelis)

Edy Yuwono1, Purnama Sukardi2, Isdy Sulistyo2
1Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman,
2Fakultas Sains dan Teknik Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto 53123,
Tel./Fax.: 0281 625739, email: edy_ywn@yahoo.com

Abstract

A research was conducted to find out the effect of periodic feed restriction on feed utilization including apparent net energy retention; protein productivity value; feed conversion ratio, and on body condition indices including hepatosomatic index and condition factor of humpback grouper, Cromileptes altivelis. Two hundred sixteen fishes, 10.8 g average body weight, were stocked into 18 fiber glass aquaria measuring 40 x 30 x 80 cm, so that there was 12 individuals in each aquarium. The fish was subjected to the following feeding regime: fish subjected to normal feeding daily (K) as control; repeating cycle of one day feed restriction and two days normal feeding (P1); and repeating cycle of one day feed restriction and three days normal feeding (P2). Such feeding regime was assigned to fish kept in the aquaria according to completely randomized design in six replicates. The experimental fish was fed with trash fish as much as 5 % of body weight in the morning at 0800-0900 and afternoon at 1500-1600. Water quality parameters including pH, temperature, disolved oxygen, salinity was monitored daily. The results indicate that periodic feed restriction affect net energy retention, protein productivity value, feed conversion ratio and condition factor, but it did not significantly affcet hepatosomatic index of humpback grouper. To conclude, periodic feed deprivation improves feed utilization and did not impair body condition of humpback grouper, Cromileptes altivelis.

Keywords: Cromileptes altivelis, feed utilization, body condition indices

Abstrak

Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek restriksi pakan secara periodik terhadap penggunaan pakan yang meliputi retensi energi netto, nilai produktivitas protein, rasio konversi pakan, dan indeks kondisi tubuh yang meliputi indeks hepatosomatik dan faktor kondisi ikan kerapu lumpur, Cromileptes altivelis. Ikan kerapu lumpur sebanyak 216 ekor, bobot rata-rata 10,8 g, ditebarkan kedalam 18 akuarium serat gelas berukuran 40 x 30 x 80 cm, sehingga didalam setiap unit percobaan terdapat 12 ekor ikan kerapu bebek. Ikan diberi pakan dengan cara sebagai berikut: pemberian pakan setiap hari (K) sebagai kontrol; restriksi pakan 1 hari dan diikuti pemberian pakan 2 hari (P1); restriksi pakan 1 hari dan diikuti pemberian pakan selama 3 hari (P2). Cara pemberian pakan tersebut diperlakukan terhadap ikan dalam akuarium percobaan sesuai dengan rancangan acak lengkap dengan 6 kali ulangan. Pakan yang diberikan adalah ikan rucah sebanyak 5% dari bobot tubuh ikan percobaan dua kali sehari pada pagi hari jam 08.00-09.00 dan sore hari jam 15.00-16.00. Parameter kualitas air meliputi pH, temperatur dan salinitas dan kandungan oksigen terlarut diukur setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restriksi pakan secara periodik mempengaruhi retensi energi netto, nilai produktivitas protein, rasio konversi pakan, indeks hepatosomatik dan faktor kondisi ikan kerapu bebek. Disimpulkan bahwa restriksi pakan secara periodik meningkatkan pendayagunaan pakan dan tidak memperburuk indeks kondisi tubuh ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis.

Kata kunci: Cromileptes altivelis, pendayagunaan pakan, indeks kondisi tubuh

Pengantar

Produksi budidaya ikan dapat dioptimalkan dengan meningkatkan pertumbuhan melalui manajemen pemberian pakan yang tepat. Pengurangan frekuensi pemberian pakan dan restriksi pakan secara periodik telah terbukti dapat meningkatkan kecepatan pertumbuhan. Ikan dapat mengalami pertumbuhan kompensatori (compensatory growth) yaitu pertumbuhan yang sangat cepat setelah ikan mengalami pemuasaan kemudian diberi pakan lagi secara normal (Cho et al., 2005, 2006, Li et al, 2005, Turano et al, 2007). Pertumbuhan kompensatori ini berkaitan dengan peningkatan penggunaan pakan dan perbaikan indeks kondisi tubuh ikan.
Pengurangan pemberian pakan akan menurunkan asupan bahan organik kedalam sistem budidaya. Pada umumnya pakan ikan mengandung protein yang cukup tinggi dan dengan demikian pemberian pakan yang tidak tepat kuantitasnya akan berdampak pada asupan ammonia melalui sisa pakan maupun melalui sampah metabolik yg keluar dari tubuh ikan. Jika pencemaran organik ini berlanjut akan memperburuk kondisi perairan dan merupakan medium yang baik bagi berbagai mikroba patogen yang dapat mengakibatkan kematian masal pada ikan yang dipelihara. Oleh sebab itu, pengaturan pemberian pakan yang tepat menjadi sangat penting untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan serta menjaga kualitas perairan kolam budidaya sehingga akan mengoptimalkan produksi.
Restriksi secara periodik adalah pengaturan pemberian pakan dengan cara pengurangan atau penghentian pemberian pakan dan diikuti pemberian pakan secara normal selama periode tertentu. Restriksi dan pemberian pakan tersebut dilakukan secara berulang selama pemeliharaan. Cara pemberian pakan demikian ini ternyata dapat meningkatkan laju pertumbuhan ikan (Cho et al., 2005, 2006, Li et al, 2005, Turano et al, 2007) yang disebabkan oleh peningkatan efisiensi pakan. Sebagai contoh ikan lele kanal Ictalurus punctatus yang tidak diberi pakan selama 1, 2 dan 3 hari diikuti pemberian pakan selama hiperfagia meningkatkan penggunaan pakan yang dicerminkan dengan menurunnya rasio konversi pakan (Chatakondi & Yant, 2001). Hal tersebut juga ditemukan pada ikan yang dipuasakan selama 2 hari dan diikuti pemberian pakan selama 5 hari dalam seminggu (Li et al, 2005). Pada ikan yang sehari tidak diberi pakan dan sehari diberi pakan, rasio konversi pakan menurun dengan meningkatnya kandungan protein pakan (Li et al., 2006). Untuk memperoleh informasi lebih rinci tentang peningkatan penggunaan pakan pada ikan yang mengalami restriksi pakan secara periodik perlu diteliti lebih lanjut.
Restriksi pakan secara periodik dapat memperbaiki indeks kondisi tubuh ikan flounder Paralichtyis olivaceus (Cho, 2005). Selanjutnya dinyatakan bahwa indeks hepatosomatik (IHS) dan faktor kondisi (FK) ikan yang dipuasakan tersebut lebih baik dibandingkan dengan kontrol. Namun, restriksi pakan diikuti pemberian pakan kembali secara normal tidak berpengaruh terhadap IHS dan FK ikan lele kanal Ictalurus punctatus (Gaylord & Gatlin, 2000) dan ikan Pagrus pagrus (Rueda et al., 1998). Faktor kondisi tubuh ikan yang mengalami restriksi pakan secara periodik belum dilaporkan dalam literatur.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek restriksi pakan secara periodik terhadap penggunaan pakan yang meliputi retensi energi netto, nilai produktivitas protein, rasio konversi pakan, dan indeks kondisi tubuh yang meliputi indeks hepatosomatik dan faktor kondisi ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis.

Bahan dan Metode
Dalam penelitian ini digunakan ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis yang diperoleh dari Loka Budidaya Air Payau Situbondo sebanyak 216 ekor dengan bobot rata-rata 10,8 g. Ikan tersebut ditebarkan kedalam 18 akuarium serat gelas berukuran 40 x 30 x 80 cm yang berisi 80 l. air laut dengan salinitas 28 ppt. Di dalam setiap akuarium, sebagai unit percobaan, terdapat 12 ekor ikan. Sebelum percobaan dimulai ikan diaklimasi selama 2 minggu dan diberi pakan sebanyak 5 % dari bobot tubuh pada pagi jam 0900 dan sore hari jam 1600.
Selama percobaan ikan diberi pakan dengan cara sebagai berikut: pemberian pakan setiap hari (P0) sebagai kontrol; restriksi pakan 1 hari dan diikuti pemberian pakan 2 hari (P1); restriksi pakan 1 hari dan diikuti pemberian pakan selama 3 hari (P2). Pengaturan pemberian pakan tersebut diperlakukan terhadap ikan dalam akuarium percobaan sesuai dengan rancangan acak lengkap dengan 6 kali ulangan. Pakan yang diberikan adalah ikan rucah sebanyak 5% dari bobot tubuh ikan percobaan dua kali sehari pada pagi hari jam 08.00-09.00 dan sore hari jam 15.00-16.00. Ikan rucah untuk pakan mengandung protein 56,15%, lemak 14,75% dan abu 4,05%. Parameter kualitas air meliputi pH, temperatur dan salinitas dan kandungan oksigen terlarut dipantau setiap hari.
Di akhir percobaan ikan ditimbang bobotnya dan diukur panjang tubuh totalnya. Sampel (3 ekor ikan) dari kelompok perlakuan dan kontrol diambil secara acak dan ikan tersebut dibedah dan hatinya ditimbang. Selanjutnya karkas ikan dikeringkan dalam oven sebelum dilakukan analisis proksimat untuk mengetahui kandungan protein kasar dengan metode Kjedahl (AOAC, 1990). Total energi karkas ikan diukur dengan bomb calorimeter Parr 1266.
Retensi energi, nilai produktivitas protein, rasio konversi pakan, indeks hepatosomatik dan faktor kondisi ikan kerapu bebek dihitung dengan rumus berikut: retensi energi = (energi tubuh ikan/energi pakan yang dikonsumsi) x 100%; nilai produktivitas protein = (peningkatan protein tubuh/konsumsi protein) x 100%; rasio konversi pakan = Jumlah pakan dikonsumsi/perolehan bobot tubuh; indeks hepato somatik = (bobot hati/bobot tubuh) x 100; faktor kondisi = bobot tubuh/panjang tubuh. Data yang diperoleh dianalisis dengan anova dan uji beda nyata terkecil.

Hasil dan Pembahasan

Retensi energi pada ikan yang mengalami restriksi pakan setiap 2 hari (P1) dan setiap 3 hari (P2) lebih tinggi (P<0.05) dari pada kontrol (K), sedangkan retensi energi pada P1 tidak berbeda nyata dengan P2 (Gambar 1). Kondisi keterbatasan pakan dimungkinkan menyebabkan ikan untuk mengakumulasi energi ketika memperoleh pakan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan keterbatasan pakan di waktu yang akan datang. Peningkatan retensi energi tersebut selaras dengan penurunan rasio konversi pakan (Gambar 3). Perbaikan efisiensi pakan ini sesuai dengan yang dilaporkan oleh Zhu et al. (2004) pada Leiocassis longirostris yang mengalami restriksi pakan secara periodik.

Gambar 1. Retensi energi pada ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis yang diberi pakan setiap hari (K), restriksi pakan setiap dua hari (P1) dan restriksi pakan setiap 3 hari (P2).

Nilai produktivitas protein pada P1 adalah 34,8 % dan P2 adalah 33,4 %, lebih tinggi dibandingkan dengan K yaitu 20 % (Gambar 2). Ikan kerapu pada P1 dan P2 menggunakan pakan yang dikonsumsi secara efisien dan protein yang dikonsumsi terutama digunakan untuk struktur tubuh. Selama tidak diberi pakan kemungkinan ikan menggunakan karbohidrat dan lemak untuk pemeliharaan tubuh, sedangkan protein disimpan dalam tubuh, sehingga proporsi protein tubuh meningkat. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Cho (2005) yang membuktikan bahwa ikan yang tidak diberi pakan selama 2 minggu kemudian diberi pakan kembali selam 6 minggu menunjukkan peningkatan nilai produktivitas protein, sedangkan rasio konversi pakannya menurun.
Rasio konversi pakan (RKP) pada P1 adalah 1,9 dan P2 adalah 2,0, lebih rendah dari kontrol, yaitu 2,7 (Gambar 3). Hal ini menunjukkan bahwa restriksi pakan secara periodik dapat meningkatkan efisiensi pakan pada ikan kerapu bebek. Nampaknya kondisi keterbatasan pakan direspon dengan mengunakan pakan yang diperoleh secara lebih efisien sehingga tidak memperburuk pertumbuhan. Hal ini sesuai dengan fenomena pada ikan lele kanal yang dipuasakan selama 1, 2 dan 3 hari secara periodik ternyata menunjukkan penurunan rasio konversi pakan (Chatakondi & Yant, 2001, Li et al., 2006). Peningkatan efisiensi pakan tersebut bermakna bahwa pakan yang diberikan digunakan dengan lebih baik dalam tubuh ikan, sehingga sisa metabolik yang dilepaskan kedalam sistem budidaya akan berkurang. Restriksi pakan secara periodik dengan demikian memberikan dampak positif terhadap kualitas air dalam sistem budidaya dan keuntungan ekologis.

Gambar 2. Nilai produktivitas protein pada ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis yang diberi pakan setiap hari (K), restriksi pakan setiap dua hari (P1) dan restriksi pakan setiap tiga hari (P2).

Gambar 3. Rasio konversi pakan pada ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis yang diberi pakan setiap hari (K), restriksi pakan setiap dua hari (P1) dan restriksi pakan setiap tiga hari (P2).

Indeks hepatosomatik pada P1adalah 1,93 dan P2 adalah 2,12, sedangkan pada kontrol lebih rendah yaitu 1,75 (Gambar 4). Data tersebut menunjukkan bahwa restriksi pakan secara periodik dalam penelitian ini tidak menyebabkan ikan membongkar cadangan glikogen berlebihan. Hal ini juga mempertegas bahwa kemungkinan ikan melakukan penumpukan energi (Gambar 1) selama periode pemberian pakan untuk digunakan selama periode restriksi pakan, sehingga kondisi hati sebagai tempat cadangan energi tidak terpengaruh oleh restriksi pakan. Selama percobaan dimungkinkan ikan telah mengalami aklimasi terhadap cara pemberian pakan yang diperlakukan dalam penelitian ini.
Faktor kondisi ikan yang mengalami restriksi pakan secara periodik P1 adalah 1,56, P2 adalah 1,58 cenderung lebih rendah dari kontrol K, 1,82, tetapi tidak berbeda nyata. Nampaknya ikan pada P1 dan P2 mampu memperbaiki faktor kondisi yang dapat menurun selama periode restriksi pakan, sehinga setelah mengalami aklimasi selama 8 minggu waktu percobaan faktor kondisi tersebut setara dengan kontrol. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Torano et al, (2007) bahwa deprivasi pakan 2 dan 4 minngu secara periodik pada Morone chrysop x Morone saxxatilis menurunkan faktor kondisi, tetapi pada periode pemberian pakan kembali faktor kondisi tersebut meningkat setara dengan ikan yang diberi pakan setiap hari.

Gambar 4. Indeks hepato somatik pada ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis yang diberi pakan setiap hari (K), restriksi pakan setiap dua hari (P1) dan restriksi pakan setiap tiga hari (P2).

Gambar 5. Faktor kondisi pada ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis yang diberi pakan setiap hari (K), restriksi pakan setiap dua hari (P1) dan restriksi pakan setiap tiga hari (P2).

Kesimpulan dan Saran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa restriksi pakan secara periodik meningkatkan retensi energi, nilai produktivitas protein, rasio konversi pakan dan tidak menurunkan faktor kondisi ikan kerapu bebek, Cromileptes altivelis. Cara pemberian pakan ini berpotensi untuk diterapkan dalam budidaya ikan untuk mengoptimalkan produksi dengan menurunkan asupan pakan yang dapat berdampak positif baik secara ekologi maupun ekonomi. Penurunan asupan pakan selain akan mengurangi biaya pakan dan tenaga kerja juga mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh adanya sisa pakan dan pelepasan sampah metabolik yang berlebihan kedalam sistem budidaya. Namun demikian penelitian dalam skala budidaya perlu dilakukan sebelum cara pengaturan pemberian pakan ini diterapkan dalam pembesaran ikan kerapu.

Ucapan terima kasih

Penelitian dilaksanakan atas biaya Riset Unggulan Terpadu Internasional (RUTI) Kementrian Negara Riset dan Teknologi NKRI dan untuk itu kami mengucapkan terima kasih.

Daftar Pustaka

AOAC (Association of Official Analytical Chemists), 1990, Official methods of analysis, 15th edition, Association of Official Analytival Chemists, Arlington, Virginia, USA.
Chatakondi, N.G. & R.D. Yant, 2001. Application of Compensatory Growth to Enhance Production in Channel Catfish Ictalurus punctatus. Journal of the World Aquaculture Society, 32 (3): 278-285.
Cho, S.H., 2005, Compensatory Growth of Juvenile Flounder Paralichtyis olivaceus L, and Change in Biochemical Composition and Body Condition Indices during Starvation and after refeeding in Winter Season, Journal of the World Aquaculture Society, 36 (4): 508-514.
Cho, S. H., S. M.Lee; B. H. Park, , S. C. Ji, J. Lee,; J. Bae, and S. Y. Oh, 2006. Compensatory growth of Juvenile Olive Flounder, Paralichthys olivaceus, L., and Changes in Proximate Composition and Body Condition Indices during Fasting and after Refeeding in Summer Season. Journal of the World Aquaculture Society, 37, 2:168-174.
Gaylord, T.G. and D. M .Gatlin III, 2000. Assesment of compensatory growth in channel catfish Ictalurus punctatus R. and associated changes in body condition indices. Journal of the World Aquaculture Society, 31:326-336.
Li, M.H.; E.H. Robinson & B.G. Bosworth, 2005, Effects of Periodic Feed Deprivation on Growth, Feed Efficiency, Processing ield, Body Composition of Channel Catfish Ictalurus punctatus, Journal of the World Aquaculture Society, 36 (4): 444-453.
Li, M.H., E.H. Robinson, D.F. Oberle & B.G. Bosworth, 2006, Effects of Dietary Protein Concentration and Feeding Regimen on Channel Catfish, Ictalurus punctatus, Production. Journal of the World Aquaculture Society, 37 (4): 370-377.
Rueda, F.M., F.J. Martinez, S. Zamora, M. Kentouri, and P. Divanach, 1998, Effect of fasting and refeeding on growth and body composition of red porgy Pagrus pagrus, L. Aquaculture Research 29:447-452.
Turano, M.J., R.J. Borski & H.V. Daniels, 2007, Compensatory growth of Pond-reared Hybrid Striped Bass, Morone chrysops x Morone saxatilis, Fingerling, Journal of the World Aquaculture Society, 38 (2): 250-261.
Zhu, X., S. Xie, Z. Zou, W. Lei, Y. Cui, Y. Yang and R. J. Wootton. 2004. Compensatory growth and food consumption in gibel carp, Carasium Leiocassis longirostris, experiencing cycles feed deprivation and re-feeding. Aquaculture 241:235-247.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: